INILAHCOM, Banyumas – TNI Angkatan Udara akan memperkuat sistem pertahanan di setiap perbatasan dengan menggunakan drone atau pesawat tanpa awak yang terbang 24 jam hingga 36 jam dengan jarak jangkau sekitar 2.000 kilometer.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Staf AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang menurutnya usulan itu telah masuk dalam rencana strategis TNI.
“Rencana pesawat ‘drone’ tanpa awak di Natuna dan Tarakan dengan kemampuan MALE (pesawat tanpa awak buatan PT Dirgantara Indonesia), terbang 24 jam sampai 36 jam dengan jarak jangkau kurang lebih 2.000 kilometer. Itu yang akan kami tempatkan dalam renstra kedua ini di Tarakan dan Natuna,” katanya, Minggu (23/7/2017).
Selanjutnya TNI AU juga akan menempatkan pesawat tanpa awak di Morotai dan Selaru.
Sehingga TNI AU dapat melihat pengamanan di hampir seluruh wilayah Indonesia mulai dari samudra hingga daratan dengan menggunakan pesawat tanpa awak.
Terkait dengan hal itu, KSAU mengatakan pihaknya telah membangun jaringan komunikasi data (network centric corporation) di TNI AU dan akan dikembangkan di Markas Besar TNI.
“Kemungkinan juga pada tingkatan yang lebih tinggi sehingga seluruh informasi di negeri kita ini bisa terpantau dari ‘drone’ dan bisa disebarkan ke seluruh satuan-satuan yang ada di bawah dan tidak bisa dibohongi karena semua menggunakan sistem digital yang bisa dibaca, di mana ada ancaman, entah itu ancaman laut, ancaman darat, ancaman udara, itu yang sekarang sedang kita bangun,” tandasnya. [ton]
- Fajar Nurzaman - Blog Sang Pembelajar -
- http://fajarnurzaman.net/bisnis-produk/2392899/


0 komentar:
Post a Comment