Sunday, July 23, 2017

Jokowi Diminta Pantau Program Kerja Menterinya


INILAHCOM, Jakarta – Dengan sisa 2 tahun masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharap dapat memastikan semua agenda dan program yang sudah terdistribusi ke para menterinya yang tergabung dalam Kabinet Kerja.


Dan Presiden Jokowi harus memastikan program kerja berjalan dan terukur dimasing-masing kementerian sebelum masa pemerintahannya berakhir.


“Kalimat kunci dari suksesi adalah loyalitas dan profesionalitas, Presiden harus memastikan loyalitas dan profesionalitas para pembantunya,” ujar Hari Purwanto, Ketua Bidang Perekonomian, Rumah Gerakan 98, Minggu (23/7/2017).


Menurut Hari, loyalitas menjadi dipertanyakan manakala ada menteri yang berasal dari parpol yang selalu berseberangan dengan pemerintah yaitu PAN. Dalam hal profesionalitas, menteri BUMN layak diganti mengingat kinerjanya yg tidak maksimal dan selalu menjadi beban politik presiden


“Beban politik yang diemban Meneg BUMN saat ini adalah tak kunjung dibukanya boikot DPR terhadapnya, membuat Rini tidak pernah bisa rapat dengan DPR RI dan selalu diwakilkan Menkeu jelas ini merepotkan,” terangnya.


Dari sisi kinerja Rini tak mampu menahan arus kerugian BUMN Karya yang selalu naik setiap tahun. Terakhir kerugian mencapai Rp41 triliun.


Rini disebut tak kunjung mengisi jabatan Direktur Komersial dan Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI yang sangat vital. Lalu Rini mengangkat orang-orang bermasalah sebagai staf khusus resmi semisal Ahmad Bambang yang sudah beberapa kali diperiksa dalam kasus korupsi.


“Kasus terakhir begitu arogansinya Rini Soemarno dengan langsung melakukan pemecatan terhadap Dirut PT. Bahana karena mengeluarkan release soal dampak resuffle terhadap IHSG, posisi Rini akan digeser dalam release tersebut,” ungkapnya.


Begitu release tersebut beredar di masyarakat dan release tersebut adalah kajian ilmiah yang menjadi kebutuhan bagi para investor, Rini langsung ditanggapi dengan reaksi pemecatan.


Sepak terjang Rini hanya menjadi beban politik bagi Kabinet Kerja. Dan alangkah hebatnya Rini bila mengajukan diri untuk mundur dan mengakui kegagalannya dalam memimpin BUMN.


“Agar Kabinet Kerja bisa segera berjalan menyelesaikan agenda program untuk 2 tahun ke depan,” pungkas Hari. [rok]



- Fajar Nurzaman - Blog Sang Pembelajar -

- http://fajarnurzaman.net/bisnis-produk/2392912/

0 komentar:

Post a Comment