Saturday, July 8, 2017

Tarif Listrik Penekan Daya Beli Masyarakat


INILAHCOM, Jakarta – Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai kenaikan tarif listrik makin menggerus daya beli masyarakat yang saat ini sedang turun.


Alhasil masyarakat makin irit dalam belanja, sehingga dirinya menyarankan pemerintah untuk berpikir ulang jika ingin menaikkan tarif listrik. “Kenaikan tarif listrik berkontribusi terhadap inflasi sekaligus penurunan daya beli masyarakat,” kata Enny dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2017).


Pencabutan subsidi bagi golongan 900 VA, lanjut dia memberikan dampak menohok bagi masyarakat lantaran tarif listrik semakin mahal. Sehingga masyarakat kini lebih berhati-hati saat mengeluarkan kocek mereka. Ini yang menyebabkan aktivitas konsumsi dan belanja turun signifikan.


“Coba kita lihat misalnya informasi yang kita peroleh dari teman-teman pengusaha ritel, pedagang tradisional baik di UMKM maupun industri besar. Penjualan mereka kan bisa dilihat setiap hari bagaimana,” katanya.


Asal tahu saja pemerintah telah mencabut subsidi listrik golongan 900 VA berkategori mampu sejak 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017.


Tarif listrik kategori tersebut naik dari Rp605 menjadi Rp791 per kWh pada 1 Januari 2017, menjadi Rp1.034 per kWh per 1 Maret 2017, dan Rp1.352/kWh per 1 Mei 2017.


Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Iganasius Jonan menegaskan tidak akan ada kenaikan harga listrik sejak tanggal 1 Juli hingga 31 Desember 2017 mendatang. Sesuai dengan arahan Presiden.


“Sesuai arahan Bapak Presiden, tarif listrik sejak 1 Juli sampai 31 Desember 2017, tarif tenaga listrik tidak ada yang naik. Jadi, tetap seperti sekarang. Bahkan kalau bisa itu kita coba meminta PLN untuk melakukan efisiensi,” ujar Jonan.


Disamping prediksi kita kalau ada penurunan harga dari energi primer seperti batubara, minyak dan gas tarif listriknya itu bisa menurun. Juli sampai 31 Desember 2017 tidak ada yang naik lagi termasuk penyesuaian tarif untuk yang 900 VA. Jadi 900 VA sampai Mei selesai


Jonan menambahkan, tambahan subsidi untuk 2,4 juta pelanggan 900 VA telah diusulkan ke Kementerian Keuangan untuk diakomodir dalam pembahasan RAPBN-P 2017 mendatang.


“Data penerima subsidi golongan pelanggan 900 VA yang asalnya itu 4,1 juta pelanggan akan diusulkan ke data TNP2K untuk disesuaikan sehingga kemungkinan pelanggannya yang harus disubsidi 900 VA itu adalah 6,5 juta pelanggan,” kata mantan Menteri Perhubungan ini. [hid]



- Fajar Nurzaman - Blog Sang Pembelajar -

- http://fajarnurzaman.net/bisnis-produk/tarif-listrik-penekan-daya-beli-masyarakat/

0 komentar:

Post a Comment