INILAHCOM, Jakarta – Sebagai program lanjutan dari pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf pada Maret 2016, sebanyak 30 anak Suku Sulu, Filipina Selatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah Yayasan Sukma Bangsa (YSB).
Anggota Komnas HAM, Hafid Abbas mengatakan pendidikan merupakan bagian dari diplomasi kebudayaan dalam upaya membebaskan WNI yang disandera Abu Sayyaf.
“Sekolah Sukma tak cuma mendidik anka-anak Aceh, tapi juga puluhan anak dari Filipina Selatan,” kata Hafid, Jumat (7/4/2017).
Menurut dia, Konigstedt Manor pada 2005 diketahui sebagai lokasi perundingan damai antara perwakilan Pemerintah RI dan para tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang difasilitasi mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari.
Sementara Direktur Akademik Yayasan Sukma Bangsa (YSB), Ahmad Baedowi menceritakan tokoh arsitek diplomasi kebudayaan yang berimbs bebasnya sandera Abu Sayyaf adalah Surya Paloh sebagai pendiri YSB.
“Surya Paloh menegaskan untuk mencari informasi sebanyak mungkin di Filipina dalam upaya membebaskan para sandera,” ujarnya.
Kemudian, kata Baedwoi, Paloh mengatakan tidak semua orang Mindanao angkat senjata ke hutan-hutan dan dia meyakini sebagian anggota kelompok Abu Sayyaf masih ada yang tinggal di desa-desa dan kota-kota kawasan sekitar.
“Mereka yang tidak ikut ke hutan itu yang kami dekati, saya datang kesana misi utamanya bukan untuk membebaskan sandera karena saya bukan negosiator. Saya datang sebagai guru, dua minggu saya disana baru awal Mei masuk ke markas Abu Sayyaf,” jelas dia.
Ia mengatakan keterlibatan YSB dalam mendidik anak-anak Suku Sulu setingkap SMP dan SMA sengaja tidak dipublikasi, karena menghindari berbagai prasangka yang tidak diinginkan. Sehingga, selama ini memang lebih suka bekerja secara senyap.
“Bagi yang meragukan program pendidikan anak-anak Suku Sulu dapat mengecek langsung kebenarannya di sekolah-sekolah yang dikelola YSB,” tandasnya. [ton]
- Fajar Nurzaman - Blog Sang Pembelajar -
- http://fajarnurzaman.net/science-technology/puluhan-anak-kelompok-abu-sayyaf-belajar-di-ysb/


0 komentar:
Post a Comment