Sunday, April 23, 2017

Indonesia dan Malaysia Layak Tentukan Harga CPO


INILAHCOM, Kuala Lumpur – Lembaga Kemajuan Tanah Persekutuan Malaysia (The Federal Land Development Authority/Felda) berharap Indonesia dan Malaysia bisa menentukan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dunia.


Chairman Felda, Tan Sri Shahrir Samad mengemukakan hal itu di Kuala Lumpur, akhir pekan lalu. Felda merupakan pengelola perkebunan terbesar yakni 811.140 hektar di Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Sarawak. Perusahaan ini juga mengelola perkebunan sawit di Indonesia, bekerja sama dengan Rajawali Corp.


“Buat sekarang pembelian saham Rajawali Corp merupakan investasi strategis. Artinya kami memiliki saham tersebut merupakan pegangan yang strategis. Tetapi tidak boleh cerita apa strategisnya yang bakal dilaksanakan,” ucap Sharir.


Shahrir mengatakan, Felda hingga saat ini belum ada rencana untuk menambah saham. “Pada masa mendatang akan lebih ditingkatkan kolaborasi kerja sama Indonesia dan Malaysia dari segi penentuan harga dan pemasaran sawit di pasar dunia. Akhirnya yang penting adalah soal harga sawit,” tutur Sharir.


Sharir mengatakan kalau harga sawit stabil berpengaruh langsung terhadap industri sawit, petani-petani kecil dan perintis Felda. “Yang terpenting adalah bagaimana Indonesia dan Malaysia bisa menentukan harga sawit yang tinggi di pasar internasional,” kata Shahrir.


Shahrir mengatakan, tidak mudah untuk mendapatkan kebun di Indonesia. Akan lebih mudah bila menggandeng perusahaan di Indonesia dengan pola penyertaan saham.


“Ini lebih bermanfaat, tidak hanya untuk Felda, tetapi juga kedua negara. Ini permulaan kolaborasi. Sebesar 80 persen produksi sawit dunia dari Indonesia dan Malaysia,” ucapnya.


Sebelumnya, Shahrir bertemu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo yang menjadi pejabat penghubung investasi Indonesia-Malaysia.


Dalam acara Indonesia-Malaysia Business Matching, Eko Putro bilang, Indonesia sedang menjalankan moratorium perkebunan sawit, sehingga tidak memungkinkan untuk pembukaan lahan baru. “Yang dilakukan Felda adalah membeli saham dari lahan kelapa sawit yang sudah ada,” tutur Shahrir.


Kepala Humas Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Tofan Mahdi bilang, acuan penentuan harga sawit bergantung Rotterdam dan Kuala Lumpur Commodity Exchange.


“Tapi Indonesia sekarang lagi membuat acuan harga CPO dunia. Masih digodok konsepnya. Ada juga Kantor Pemasaran Bersama (KPB) punya PTP, tetapi belum menjadi acuan harga dunia,” kata mantan wartawan senior Jawa Pos Grup ini. [tar]



Source link


- Fajar Nurzaman - Blog Sang Pembelajar -

- http://fajarnurzaman.net/science-technology/indonesia-dan-malaysia-layak-tentukan-harga-cpo/

0 komentar:

Post a Comment