Friday, July 7, 2017

Google Maps tambah rincian info bagi pengguna kursi roda

Jakarta (ANTARA News) – Google Maps, yang memiliki puluhan juta pengguna di seluruh dunia dan sudah menjadi aplikasi navigasi utama perangkat mobile, memperkenalkan jalan baru untuk menambah rincian akses ke tempat pada Google Maps dan Search bagi pengguna kursi roda atau mereka yang butuh lift untuk mencapai daerah tertentu.Pengguna bisa memberikan informasi dengan membuka Google Maps untuk Android, memilih menu “Your Contribution”, lalu pilih menu “Uncover Missing Info” dan ketuk “Accesibility” saat berada di tempat yang menyediakan akses untuk pengguna kursi roda, lift, maupun kursi khusus untuk penyandang disabilitas. Tujuan akhirnya adalah menyediakan semua informasi mengenai fitur-fitir akses seperti kursi roda, elevator dan kursi khusus penyandang disabilitas di Google Maps.Untuk saat ini, informasi yang tersedia di Google Maps adalah pintu yang dapat diakses dengan kursi roda, lift untuk kursi roda, tempat duduk untuk pengguna kursi roda serta fasilitas parkir yang dapat diakses pengguna kursi roda, demikian menurut warta laman teknologi Phone Arena.Penerjemah: Natisha AndarningtyasEditor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Powered by WPeMatico


- Fajar Nurzaman - Blog Sang Pembelajar -

- http://fajarnurzaman.net/bisnis-produk/google-maps-tambah-rincian-info-bagi-pengguna-kursi-roda/

Instagram kenalkan balasan foto dan video

Jakarta (ANTARA News) – Instagram memperkenalkan pesan balasan foto dan video untuk Stories.Pengguna cukup mengetuk tombol kamera saat sedang menonton Stories untuk merespons Story.Foto dan video balasan juga dapat ditambahi stiker maupun filter wajah yang tersedia di aplikasi Instagram.Sama seperti saat menerima balasan Stories sebelumnya, pesan balasan dapat dilihat di kotak masuk. Pengirim pesan akan bisa mengetahui bila pesan sudah dibaca atau diambil tangkapan layarnya (screenshot).


Fitur baru ini tersedia untuk aplikasi Instagram versi 10.28 di perangkat berbasis iOS maupun Android menurut laman teknologi informasi Phone Arena.


Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Powered by WPeMatico


- Fajar Nurzaman - Blog Sang Pembelajar -

- http://fajarnurzaman.net/bisnis-produk/instagram-kenalkan-balasan-foto-dan-video/

Ulang tahun, Pokemon GO siapkan Pikachu spesial

Jakarta (ANTARA News) – Niantic mulai merayakan ulang tahun pertama Pokemon GO sejak beberapa minggu lalu dengan serangkaian game berhadiah Pokemon istimewa dan benda-benda edisi terbatas lainnya.


Mulai 6 Juli hingga 24 Juli, pengembang game ini meluncurkan “acara” istimewa untuk merayakan setahun mereka diluncurkan berupa menangkap Pikachu spesial.


Pikachu selama tema ulang tahun ini mengenakan topi terkenal Ash dari animasi Pokemon, seperti diberitakan laman Phone Arena.


Pemain juga bisa bersiap untuk Raid Battles yang akan berlangsung setelah acara ulang tahun ini, berhadiah Anniversary Box edisi terbatas.


Anniversary Box ini berisi Incubator, Max Revive, Ultra Ball dan juga Raid Pass diskon di toko dalam game tersebut.


Niantic juga menjanjikan lebih banyak acara dalam beberapa pekan ke depan.


Selain itu, Niantic juga akan menyelenggarakan acara Pokemon GO Fest Chicago Juli ini, acara di Unibail-Rodamco Eropa pada Agustus dan September, seta Pikachu Outbreak di Yokohama Jepang pada Agustus mendatang.


Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Powered by WPeMatico


- Fajar Nurzaman - Blog Sang Pembelajar -

- http://fajarnurzaman.net/bisnis-produk/ulang-tahun-pokemon-go-siapkan-pikachu-spesial/

Pakar: Petya bisa lebih berbahaya dibanding Wannacry

Jakarta (ANTARA News) – Pakar forensik digital dari Universitas Gunadarma Ruby Alamsyah menyatakan meskipun cakupan serangan ransomware Petya rendah, namun dampaknya bisa lebih berbahaya dibanding ransomware Wannacry.”Dampak infeksi Petya lebih berbahaya dibanding Wannacry. Tetapi dari cara penyebarannya, Petya masih lebih rendah cakupannya dibanding dengan Wannacry,” kata Ruby di Jakarta, Kamis.Menurut Ruby, sejauh ini ransomware Petya belum ada indikasi menjangkit di Indonesia.Ia menjelaskan, rendahnya penyebaran pola penginfeksian jaringan komputer, karena Petya tidak melakukan enkripsi Master File Table (MFT) dan Master Boot Record (MBR).Namun, ransomware Petya yang mewabah pada akhir Juni 2017 itu telah menjangkit ratusan ribu komputer di 64 negara itu merangsek dengan melakukan “wipe” atau menghapus data secara permanen dan tidak bisa direcovery atau diperbaiki.Perbedaan Petya dengan Wannacry adalah korban masih dapat mengakses Windows pada perangkat komputernya. Ini lantaran Wannacry hanya menyerang file-file dokumen di dalam OS Windows.”Korban infeksi Petya sama sekali tidak bisa menggunakan komputernya karena sebelum OS dimulai, sistem langsung mengunci,” ujar Ruby.Terkait kemungkinan penyebaran ransomware Peyta bisa merasuk ke sistem teknologi informasi (TI) perbankan, ia menuturkan sejauh ini tidak ada indikasi itu karena Petya sendiri masih menggunakan celah keamanan Windows yang sama, yakni MS17-010.Selain itu, institusi perbankan yang memiliki risiko keamanan lebih tinggi, tentunya sudah melakukan update atau patch terhadap sistem operasinya.”Bila pengguna sudah meng-update terhadap Operating System Windows mereka dengan patch Microsoft MS17-010, otomatis dia akan kebal terhadap Petya maupun Wannacry,” jelasnya.Ruby yang juga ikut membidani berdirinya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini mengatakan, dari sisi kronologi dan pola penyebaran awalnya, ransomware Petya pertama kali beredar di Ukraina.Penyebarannya melalui celah keamanan pada perangkat lunak (software) akunting buatan Ukraina bernama MeDoc, kemudian menginfeksi ke jaringan lokal pada jaringan komputer tersebut.”Korban masih lebih banyak terfokus di Ukraina, Rusia, Eropa, dan Amerika yang kemungkinan menggunakan sistem serupa,” jelas Ruby.(T.R017/R010)

Editor: Ruslan BurhaniCOPYRIGHT © ANTARA 2017


Powered by WPeMatico


- Fajar Nurzaman - Blog Sang Pembelajar -

- http://fajarnurzaman.net/bisnis-produk/pakar-petya-bisa-lebih-berbahaya-dibanding-wannacry/